Batik Siberkreasi

Batik motif “Siberkreasi” pencantingan perdananya dilakukan oleh Sri Paku Alam X dan Menteri Kominfo Rudiantara, di Jogjakarta pada Oktober 2017. Penciptaan batik motif tersebut adalah inisiatif sukarela dan swadaya dari sejumlah pengrajin, seniman dan budayawan Batik di Jogja dengan semangat kerja bersama. Hal ini diharapkan dpt menjadi perekat antara upaya mendorong literasi digital melalui media batik, pun sebaliknya, pewartaan budaya kebanggan bangsa melalui media sosial.

Berbagai upaya pemerintah dilakukan untuk mengendalikan serta mengurangi konten negatif di Media Sosial (Medsos) seperti berita hoax, ujaran kebencian, pornografi dan bulying. Gerakan tersebut mendapat dukungan dari masyarakat, salah satunya oleh komunitas ‘Gerakan Cinta Batik Sebagai Maha Karya Indonesia’ yang menggagas ‘Batik Siber Kreasi’. Salah satu fasilitator ‘Gerakan Cinta Batik Sebagai Maha Karya Indonesia’, Livy Laurens mengatakan, komunitasnya mendukung Siber Kreasi, Gerakan Nasional Literasi Digital yang dicetuskan oleh pemangku kepentingan majemuk dan difasilitasi salah satunya oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) RI dengan menggunakan media batik. Menurutnya, batik tidak hanya sebagai warisan budaya yang hanya indah dalam bentuk, melainkan juga sarat filosofi untuk mengajarkan kebaikan kepada manusia. (Sumber artikel dan rujukan selengkapnya dari Jogjakartanews.com)

(Foto, kiri – kanan: Livy Laurens – Rudiantara – Idha Jacinta – Dedy Permadi)

Batik Siberkreasi di satu sisi merevitalisasi kembali batik sebagai media konten positif. Sebab sejatinya batik lebih dari sekedar seni kain bercorak yang indah. Batik sebagaimana diapresiasi oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia, adalah media untuk menyampaikan pesan-pesan positif melalui sistem simbol dalam motif dan ornamennya. Para pecinta, pencipta, dan pengguna batik adalah duta-duta konten positif. Karena itu di sisi lain, revitalisasi budaya batik menjadi inspirasi dan energi untuk mentransformasi media-media lainnya, termasuk media sosial dan online menjadi media-media pembawa konten-konten positif.

Yang bisa kita lakukan bersama:

  1. Berkarya batik-batik dengan motif dan ornamen simbolis berkonten positif
  2. Berjejaring sebagai para pembatik yang menjadi duta-duta konten positif, berkarya melalui media batik dan media sosial/online
  3. Berkreasi digital dengan mengeksplorasi seni dan budaya batik (musik batik, klip batik, film batik, dan sebagainya)
  4. Bersama membangun komunitas pengkarya batik-batik berkonten positif, membangun kampung-kampung Batik Siberkreasi

Motif Batik Siberkreasi